Kepada Kematian

0

KEPADA_KEMATIAN

Judul : Kepada Kematian
No. ISBN : 978-602-7770-14-0
Penulis : Restu A. Putra
Tahun terbit : 2013
Dimensi : vi + 95 hlm; 13 x 19 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Kumpulan Cerpen
Harga : Rp 27,500 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

Oh, aku membaca lagi surat-surat yang terselip di sela pagar rumahnya. Surat yang kesembilanpuluhtujuh. Ia menceritakan luka-lukanya lagi, kemuakan- kemuakannya, sebagaimana ia bercerita padaku di depan pagar, berhadap-hadapan, sebelum petang menjelang. Padahal, selama 97 kali aku membaca isi surat yang sama. Maksudku, ia selalu membuka ceritanya dengan kalimat pembuka yang sama seperti di atas. Seakan ingin meyakinkanku bahwa ia ada dan akan selalu aku temui, meskipun dalam surat-suratnya, meskipun aku tak pernah membalasnya. Tepatnya ia melarangku membalasnya. Aku hanya dipaksa rela membaca dan menyimak kisah-kisahnya. [Cerpen “Katya”]

Kertas-kertas surat darinya berserakan di lantai. Di kasur. Di meja. Dan aku membayangkan ia sedang bersikeras merampungkan lagi banyak cerita-cerita. Ia peras imajinasinya, otaknya, kepalanya. Padahal dalam kepalanya hanya ada Raisa, putrinya. Mungkin saja ia tengah menceritakan putrinya itu. Atau, melaksanakan rencananya: Membunuh Raisa. Ah, gila. Ini benar-benar gila. Kau jangan sampai seperti pengarang-pengarang gila itu, Rustam! Yang mengakhiri ceritanya dengan segala bentuk kematian. Biarkan maut datang dengan sendirinya, dan jangan kau rencanakan! [Cerpen “Surat-surat dan Sebuah Rencana”]

Kutipan dua buah cerpen dalam buku ini benar-benar mencengangkan. Masih ada beberapa lagi cerpen yang mencekam. Sekali membacanya, anda akan penasaran untuk tahu akhir ceritanya!

Sejumlah cerpen yang dihimpun dalam buku ini  pernah dimuat di beberapa media massa, seperti Majalah Sastra Horison, Harian Tribun Jabar, Harian Sumut Pos, dan Sastra Digital.

Pintu Hati Pintu Langit

0

COV PINTU HATI PINTU LANGIT REV(barcode pg ok)

Judul : Pintu Hati Pintu Langit
No. ISBN : 978– 602–7770–68-3
Penyusun : Pelangi Pena
Tahun terbit : 2013
Dimensi : vi + 233 hlm; 14 x 21 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Kumpulan Cerpen
Harga : Rp 46.000 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

“Ruang hati kita ternyata bertabur karang ya Kak
Berpeluh sudah kita coba menyisirinya satu-persatu
Menyingkirkan kerikil, menggeserkan bebatuannya yang berhias lubang…

Pun setelah usai, hantam bah itu menyapa lagi
Bahkan kini membawa serta butiran kerakal tak tergenggam.
Tak hilang senyum kita meski kata menjadi sedemikian mahal harganya.
Tak putus asa kita meski rintik hujan ancamkan bah itu kembali mendera.

Dan ketika derasnya tiba-tiba menggenangi kaki kita,
segera langkah terseret ke tepi.
Menyisakan jarak air membentang bersama hamburan batu bersisi tajam.

Baru aku sadar Kak, ternyata kita tak lagi di tepian yang sama.
Bergeming aku berdiri menunggumu meraih sisiku,
tapi aku juga tahu dalamnya air ini akan tenggelamkanmu.

Tetaplah di seberang sana kak,
hingga mungkin nanti ada asa yang kuasa menjembatani.
Sambil mengulurkan jemari dalam jarak,
kita coba beranjak menyusuri aliran ini.

Jembatan ini adalah batas langkah kita,
tempat nanti kita bisa bersua…namun bukan untuk bersama.

~ Farah Fatina

Doa Bunda

0

Judul : Doa Bunda
No. ISBN : 978-602-7770-32-4
Penulis : Para Penulis Grup PEDAS
Tahun terbit : 2012
Dimensi : viii + 227 hlm; 14 x 21 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Antologi Cerpen
Harga : RP 38,000 + ongkir
Stok : POD | (Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan)

Antologi Cerpen Doa Bunda berisikan cerpen-cerpen hasil Lomba Menulis PEDAS Event III bertema―Doa Bunda. PEDAS-Penulis dan Sastra adalah grup kepenulisan di Facebook yang dibangun akhir Mei 2012. PEDAS terlahir karena kepedulian terhadap para penulis pemula yang mempunyai semangat dan gairah besar dalam belajar menulis dan merangkai kata-kata indah.

“Demi Tuhan, engkau adalah keajaiban. Sekali-kali adamu tak pernah kusesalkan. Bahkan, akan selalu kupertikaikan, bila orang-orang menating ludah, mencercamu sebagai makhluk kecil yang diharamkan.” (Surat Ibu – Moon Theera)

“Jangan pernah menangis dan tetaplah percaya, takdir Tuhan itu indah….” Ibu meraih wajahku dan lebih menegaskan kalimat terakhirnya, “…meskipun itu hal terburuk bagimu.” (Tanpa Lilin – Nita Java Yulistiana)

“Kau tahu, Bu? Ikatan batin laiknya sengatan listrik. Sengatnya menggertap hati sekalipun beribu kilometer jarak membentang. Tepat saat tak kudapati lagi tegar memagutku, kau menghubungiku. Ruahlah sudah sesengguk tangis beriring hambur selaksa kata. Aku tak mampu mencekatnya lebih lama lagi.” (Catatan Doa di Penggalan Napak Tilas – Vinny Erika Putri)

“Doa tulus yang keluar dari mulut seorang ibu untuk anaknya bahkan mampu mengguncangkan arasy-Nya. Semoga hanya doa-doa yang indah yang selalu terucap dari lisanku, lisan Ibu, dan lisan semua ibu, sebagai pengiring langkah anak-anaknya.” (Pengiring Setiap Langkah – Erni Misran)

“Mendadak, dadaku sesak. Semua kenangan bersama Ibu berkelebat di ingatanku. Tiba-tiba, aku rindu bertemu Ibu. Sudah lama sekali aku tak melihat wajah Ibu, apalagi memeluknya. Tak sepantasnya aku membenci Ibu.” (Namaku dalam Doa Ibu – Ilyaz Tanbeg)

Chat dengan kami