Déjà Vu Nusantara

Capture

Judul : Déjà vu Nusantara
No. ISBN : 978-602-281-110-7
Penulis : Nico Andrianto
Tahun terbit : Februari, 2015
Dimensi : xx + 316 hlm; 15 x 23 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : NOVEL
Harga : Rp. 60,000
Stok : Order by SMS >> 081239168303 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

Negeri Kanguru, menyimpan begitu banyak kisah bagi dua belas pemuda-pemudi Nusantara yang sedang menuntut ilmu di universitas-universitasnya. Mereka adalah Alfatih Ronggolawe, Cankaya Hairunnisa, Ahmad Gassing, Dadang Suhendar, Ethan Zhang He, Sulaeman Pattipi, Shinta Chaniago, Gusti Zulfansyah, Irma Ayesha, Zahid Nasution, Maya Khairina dan Sadrach Hadikuncoro. Mereka sedang berjuang mengejar mimpi-mimpi.

Kisah-kisah yang mereka jalani adalah mozaik indah, kepingan puzzle negeri indah nan kaya, Nusantara. Mereka merasakan mimpi-mimpi yang begitu nyata tentang masa depan negeri mereka. Seperti sebuah Deja Vu, sekelebatan pengalaman yang telah mereka temui di masa lalu. Di Negeri Selatan, mereka merenung, berupaya belajar dari masa lalu, memperjuangkan masa kini dan memimpikan masa depan negerinya.

Di negeri empat musim ini pula Alfatih Ronggolawe akhirnya menemukan belahan jiwanya. Cankaya Hayrunnisa adalah cinta pandangan pertama Lawe, yang kemudian hadir lagi di Negeri Koala. Cinta antara dua anak manusia ini akhirnya bersemi dan mekar kembali, meskipun penuh rintangan dan cobaan. Mereka seolah telah saling mengenal, entah di dunia yang mana. Cinta mereka adalah Deja Vu, sebuah kenyataan yang berulang.

TESTIMONI:

Déjà vu Nusantara adalah sebuah harapan. Sedikit dari kalangan profesional bidang pemeriksaan keuangan yang pernah berkuliah di luar negeri menuliskan pikiran, minat, dan hasratnya yang luas akan kemajuan bangsanya. Karya prosais dengan gaya novel ini membuka mata kita akan pemahaman tentang ‘arus balik’ ala Pramoedya, pengalaman Nusantara yang gemilang, dan peralihan kekuasaan-pengetahuan global yang tak terelakkan, disertai dengan keinginan membentuk generasi baru yang melek perkembangan global dan lokal. Sarat dengan penamaan dan wacana yang multikultural, disertai dengan perjumpaan cinta Al-Fatih Ronggolawe dan Cankaya Hairunnisa dan juga persahabatan manusia dengan sejarahnya masing-masing, karya Nico Andrianto ini adalah sebuah bekal penting bagi para petualang pengetahuan dan cinta.

Zacky Khairul Umam

(Graduate student – Fachbereich Geschichts- und Kulturwissenschaften

Freie Universität Berlin) 

 

“Novel ini sangat inspiratif, eksploratif dan  menarik untuk dibaca. Menggambarkan pengalaman berharga penulis selama studi di Australia, melihat belahan dunia yang berbeda sambil terus menggenggam cita-cita bangsa Nusantara. Sebagai “duta bangsa” di Negeri Kanguru, penulis berharap menjadikan bangsanya lebih baik dimasa depan dan jauh dari penyakit korupsi yang merajalela. Saya lebih senang menyebut penulis yang abdi negara ini sebagai enterpreneur birocracy, karena mengamati realitas Indonesia saat ini sambil ingin membangunnya melalui sumbangan ide-ide, inovasi dan pemikiran yang berharga.  Novel ini juga ingin membuktikan bahwa pendahulu kita adalah pejuang-pejuang handal yang disegani di seluruh kawasan. Setelah membaca novel ini kita sadar bahwa Negeri Nusantara tercinta sebenarnya negara yang besar dengan SDM yang mampu menguncang dunia.”

Fajar Sulaeman Taman

(Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur, Malaysia)  

 

……aku tenggelam dalam kedalaman informasi yang terjalin lancar menyeruakkan  deskripsinya…seakan membaca kolom di harian nasional terkenal… dan mendapat gizi untuk kontemplasi renungan tentang cerita bangsa kita…tapi tetap sadar ini adalah novel.

Radhityo Fitrian Her Rengga Wardhana

(Auditor BPK RI)

Chat dengan kami