Jayantaka (Novel Sejarah)

Penulis          :David Ezsar Purba
Penyunting  : Triani Retno A.
Tata Letak    : Dani Ardiansyah | Desain Cover: Godhong Teles
ISBN               :978-602-7770-18-8
Ukuran          : x + 555 hlm; 13,5 x 20,5 cm
Harga             : Rp 60,000 + ongkir (Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan)

 

“Sejarah bukan hanya angka, melainkan sebuah kebijaksanaan yang terpendam dalam reruntuhan waktu. David,dengan gaya gemulai mendongkel reruntuhan waktu tersebut.” –Su Rahman, penulis 10 buku dan 500 lebih artikel tentang web.

Namanya Jayantaka. Dharmanya memang sebagai prajurit, namun jiwanya lebih sebagai pertapa. Batinnya berkonflik. Eyang gurunya, merupakan salah satu penasihat Maharaja Kertanegara, mendorongnya ikut dalam Ekspedisi Pamalayu ke Svarnadvipa– Sumatera.

Dalam petualangannya, ia bertemu dengan para penguasa di sana. Ia terhenyak  dan tersadarkan degan adanya ‘benturan’ arus perkembangan zaman yang tiba di halaman kemaharajaan Sriwijaya–yang  telah kehilangan taringnya. Para mpu dan raja gusar. Bukan soal rempah semata, akan tetapi kedatangan ‘agama’ baru, pola hidup baru, pengetahuan baru, dan terlebih pengaruh kekhalifahan Islam dari utara telah menghentak Sriwijaya. Lalu, inikah alasan kenapa Maharaja Kertanegara perlu mengambil alih kepemimpinan di Dvipantara?

Jayantaka harus bertemu dengan seorang Guru Sufi Misterius. Dan proses penggemblengan pun terjadi. Ia tersedot ke dalam perang tanding antara kerajaan Nagur (Suku Simalungun) dengan Samudera Pasai yang masih berkerabat.

Takdirnya belum tunai jika belum menyerahkan benda pusaka Tatar Sunda ke kerajaan Matahari Timur.

Chat dengan kami