Jejak Cinta

JEJAK_CINTA

Judul : Jejak Cinta
No. ISBN : 978–602–7770–79 –9
Penulis : Lambang Saribuana
Tahun terbit : 2013
Dimensi : xii + 168 hlm; 14 x 21 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Motivasi, Inspirasi, Parenting
Harga : Rp 30,000 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

Sejak menjabat status baru sebagai  bapakmu beberapa tahun  lalu, terus terang saja bapak  menjadi bingung sendiri akan apa yang harus diperbuat.  Apapun yang dilakukan seolah menjadi gamang dan penuh tanda tanya. Apakah saya bisa menjadi seorang bapak yang baik ? Sudahkah saya mampu memenuhi kewajiban   sebagai seorang  bapak ? Bahkan ada sebuah pertanyaan mendasar, apakah saya bisa menerima amanah oleh Allah Azza Wa jalla untuk menjadi panutan dan sekaligus imam  keluarga ?

Nduk, pertanyaan pertanyaan seperti  itu yang hampir setiap hari berputar putar di otak bapak hingga kini.  Bapak sudah mendiskusikan hal ini  dengan  beberapa sahabat. Bapak sudah mencoba membaca banyak buku parenting, baik dalam perspektif islam, sekuler, maupun buku parenting yang ditulis oleh orang ateis.

Namun entah mengapa, tidak  satupun buku buku itu yang mampu menjawab pertanyaan pertanyaan tadi. Bahkan, semakin banyak membaca ternyata malah menimbulkan pertanyaan pertanyaan baru. Pertanyaan yang  membingungkan dan  hanya berputar putar tanpa ujung pangkalnya.

Mungkin saja benar apa yang pernah dikatakan seorang  sahabat bapak dulu, sewaktu masih sekolah, “semakin kamu banyak membaca, maka kamu  akan semakin bodoh”.  Pernyataan itu sepertinya mendekati kenyataan, walaupun mungkin derajat “kebodohan” antara orang yang tidak pernah membaca dengan orang yang rakus membaca itu berbeda.

Nduk, kelak jika kamu dewasa banyak banyaklah membaca. Bacalah seluruh buku buku kesukaanmu. Bacalah semuanya, bahkan dalam perspektif yang berbeda. Jangan membatasi pada sebuah perspektif yang sempit, hingga menjadikanmu kerdil dalam berfikir dan bertindak.

Bapak pasti akan bangga melihat kamu “merasa bodoh karena terlalu banyak membaca”. Sehingga kebodohanmu itu tidak membuatmu takabur dan sombong.

Mungkin  kelak bapak  akan berkata padamu, “nduk, ketahuilah bahwa manusia itu bodoh, hanya Tuhanlah pemilik kebenaran mutlak dan maha pemilik ilmu”. Jika diibaratkan air, maka ilmu manusia hanyalah sebesar tetesar air dari jari kelingking yang dicelupkan ke air samudra nan luas. Air samudra adalah ilmu – ilmu Allah dan tetesan air adalah  ilmu manusia yang menyilaukan, bahkan kadang berubah  menjadi kesombongan.

Chat dengan kami