Kemaharajaan Sriwijaya

SRIWIJAYA

Judul : Kemaharajaan Sriwijaya
No. ISBN : 978-602-7770-85-0
Penulis David Ezsar Purba
Tahun terbit : April, 2013
Dimensi : xvi + 360 hlm; 13,5 x 20,5 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Novel
Harga : Rp 50,000 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

Tidak mudah menjadi bagian keluarga Lingkar Laksman. Wira puak Melayu ini telah bersumpah senantiasa melindungi wangsa Syailendra. Sementara tugas kemaharajaan Sriwijaya melayani 108 kadatuan Banjaran Nagara sungguh penuh resiko. Setiap tindakan selalu menuai reaksi positif dan negatif. Beruntung mereka dibimbing seorang Resi dan memiliki mandala penopang agar bisa tetap berjaya – sepanjang diindahkan! Rupanya dendam tujuh turunan keluarga Kandra Kayet masih terus membayangi keluarga Tandrun Luah (Lingkar Laksman). Tak ada pilihan, penghukuman mesti dituntaskan.

“Lingkar Laksman pelindung Kadatuan Indragiri dan Kemaharajaan Sriwijaya, melayani Banjaran Nagara. Lingkar Laksman melindungi wangsa Syailendra yang telah mendapat berkah Dewata untuk melayani Banjaran Nagara, kini dan masa yang akan datang. Lingkar Laksman merupakan keturunan Wira Tandrun Luah yang diberkati. Jiwanya telah memutuskan menjadi Pelindung Kadatuan Indragiri penerima berkah sang Rama. Keturunan Lingkar Laksman telah berikrar akan lahir dari masa ke masa demi menjaga maruah puak Melayu yang memiliki tugas menjayakan Banjaran Nagara Agung, anak-anak Sundara.”

Keberadaan keluarga Lingkar Laksman, terinspirasi dari kisah yang tertera pada Prasasti: KARANG BRAHI dan KOTA KAPUR yang menceritakan kisah seteru Tandrun Luah wira Kemaharajaan Sriwijaya dengan pendurhaka Kandra Kayet.

Sebuah novel yang patut dibaca untuk memperkaya khazanah cerita sejarah Nusantara di masa lalu. – Damar Shashangka, Novelis, Penulis bestseller – Sabdo Palon.

Kita menyambut baik setiap upaya penghayatan dan penulisan kearifan Leluhur. Dengan terbitnya novel fiksi Kemaharajaan Sriwijaya ini, semoga sukses, sehat dan selamat semuanya. – Lucky Hendrawan, Budayawan Sunda.

Chat dengan kami