Mata Pribumi

Judul : Mata Pribumi
No. ISBN : 978-602-281-201-2
Penulis : MTs Pembangunan UIN
Tahun terbit : Mei 2019
Dimensi : viii + 214 hlm; 13×20 cm.
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : KUMCER
Harga Rp.
Order :

“Buku karya generasi emas siswa MTs Pembangunan sungguh luar biasa, paparan ceritanya mampu mengajak pembaca larut di dalamnya. Rangkain kata yang disusun secara rinci sehingga enak dibaca. Seolah-olah ikut meyaksikan langsung adegan dalam setiap cerita.” ―Tholib Abdullah, Direktur Utama PT. TUNAS KARYA ADITAMA, Wali Peserta Didik Kelas VIII MTs. Pembangunan UIN Jakarta.

 

“Siapa bilang anak SMP belum mampu berkarya? Antologi Mata Pribumi membuka mata kita bahwa setiap anak bisa berkarya. Menggelitik hati kita akan ceritanya yang inspiratif. Anda harus membacanya sekarang!” ―Ainy Fauziyah, Leadership Coach & Motivator, www.ainyfauziyah.com | www.ainyleadershipcenter.com

 

“Kumpulan cerpen Mata Pribumi mencerminkan kejujuran para siswa melihat dan mometret keadaan dan peristiwa yang kemudian dituangkan dalam bentuk cerita. Saya melihat cara berpikir siswa yang unik dan menarik, yang mereka kembangkan dalam balutan kata dan kalimat. Saya pun dengan jujur harus mengatakan bahwa kumpulan cerita ini menjadi superkeren! Karena para siswa menulis dengan perasaan biasa-biasa saja, namun hasilnya sungguh luar biasa! Suer, ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain di belahan bumi lain untuk mengikuti jejak-jejak Mata Pribumi… Selamat menikmati!” ―Boim Lebon, Produser RCTI, Pengajar, Penulis, Pengisi Workshop

 

“Seperti biasa, saya selalu tidak percaya jika cerita-cerita dalam buku ini ditulis oleh siswa-siswa SMP. Ceritanya begitu mengalir, enak diikuti, terkadang galau, adakalanya berakhir lucu. Khas kehidupan remaja pada umumnya. Hanya saja, remaja MP ini sedikit berbeda, mereka kreatif dan bertenaga! Selamat atas terbitnya antologi keempat ini!” ―Irvan Aqila, penulis novel dan cerita film Pengabdi Cilok

 

“Mata Pribumi bukan hanya representasi cara bertutur anak milenial zaman now, lebih dari itu, ini adalah cara pandang mereka terhadap situasi di sekelilingnya. Membaca cerita-cerita dalam antologi ini serasa mendengar langsung celotehan mereka. Beruntung sekali karena mereka punya mentor yang sigap menangkap energi berlebih ini, dan mengekstraknya menjadi sebuah buku.” ―Dani Ardiansyah, Founder Indie-Publishing.com

Chat dengan kami