MEMAKNAI BAHASA KUCING

Capture

Judul : MEMAKNAI BAHASA KUCING
No. ISBN : 978-602-281-153-4
Penulis : Drh. Priyo SM., M.Si
Tahun terbit : Agustus 2016
Dimensi : xiv + 280 hlm; 14 x 21 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Hobi
Harga : Rp. 60.000
Stok : Order by SMS >>

0812-8709-9099 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

Kaitannya dengan pengamatan perilaku kucing (behavior), seringkali kita menempatkan diri pada organisme yang kita amati. Kita cenderung menganggap bahwa organisme tadi “melihat” dan “merasakan” seperti kita. Ini adalah pendekatan “anthropomorfisme (anthropos, manusia)” yaitu interprestasi perilaku organisme lain seperti halnya perilaku manusia. Semakin kita merasa mengenal suatu organisme (dalam hal ini kucing peliharaan kita), maka kita cenderung akan menafsirkan perilaku tersebut secara anthropomorfik.

Ketika kucing bisa “berkomunikasi dengan manusia”, itu merupakan komunikasi yang cukup unik. Kucing berbicara tak cukup dengan meongannya, tetapi lewat “bahasa tubuh dan perilaku uniknya”. Bisa melalui dengur (purring), suara meow-nya, cakaran (clawing) di pohon dan furniture, melalui kibasan ekornya, lewat matanya, sikap duduknya, bahkan juga komunikasi lewat “bahasa bau-bauan” khas seperti pheromone yang ia miliki. Kucing mampu mengutarakan maksudnya lewat serangkaian bahasa tubuhnya.

Manusia memelihara kucing diyakini sangat baik untuk terapi, kesehatan psikis, dan emosional. Riset di Virginia Commenwealth University, Amerika Serikat, hewan peliharaan dapat mengurangi stres pada pemiliknya. Saat seseorang kesepian, kucing bisa menjadi teman yang baik. Suara kucing yang mengeong halus akan menjadi teman pengusir sepi. Dengkurnya akan membuat perasaan menjadi lebih tenang dan nyaman. Sebuah ikatan batin (bonding) yang sejak lama terbangun antara kucing dengan manusia.

Selamat datang di dunia kucing!

Chat dengan kami