Mengapa Harus Valentine?

Mengapa Harus Valentine?

Penulis           : Naqiyyah Syam, dkk
Penyunting  : Indiepro
Tata Letak    : Dani Ardiansyah
Cover             : Dani Ardiansyah
ISBN               : 978-602-9142-49-5
Ukuran          : viii + 256 hlm; 14,8 x 21 cm
Harga             : Rp 47.500 + ongkir dari Depok


365 hari kasih sayangku padamu, takkan terganti hanya dengan 14 Februari. Takkan aku mengistimewakanmu dalam sehari, sedang dilain hari aku membuat cela dan luka di hatimu. Meski cintaku padamu tidaklah utuh (cinta kepada Allah, Rasulullah, dan seluruh orang mukmin), namun semoga cinta kita abadi di dunia maupun di akhirat nanti. (Dini Nuris Nuraini).

Kulirik kalender yang tergantung di tembok rumahku. 14 Februari yang katanya Valentine’s Day bukan hari coklat sedunia tuh. Jadi, kenapa harus heboh beli coklat pada tanggal itu? Emangnya toko-toko coklat cuma buka tanggal segitu? (Rifka Fatmawati).

Saya tdk butuh”org asing”untuk mengasihi..saya tak butuh”simbol apapun”tuk ungkapkan cinta.Ini pekerjaan hati,bukan produk (Syifa Qurrota A’yun).

Cinta bagaikan darah yang mengalir di setiap urat nadi. Ia dbtuhkan setiap saat untuk menyapa setia sel agar tetap hidup. Ia adalah nyawa dalam setiap gerak dan langkah kita. Bisakah kau bayangkan jika cinta hanya kau ungkapkan hanya sekali tiap tahun? (Mas Yon).

Orang tua saya mengajarkan banyak hal, tentang agama, keluarga, pergaulan dll. Tak sepatah katapun tentang Valentine saya dengar dari mereka. Jadi apalagi yang mau dicari? (Desi Arisandi Alpin).

Hari kasih sayang sepasang pemuda-pemudi itu tidak pada Valentine’s Day, sehinga semuanya dikorbankan, tapi kasih sayang itu ada pada ikatan pernikahan (Abdi Pena).

Valentine? Just ordinary February 14th. Nothing special, ordinary and not in my life dictionary (Angga Gumi-nya Ayla).

Valentine,lebih bermakna dengan ucapan ‘BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM’ dengan menyebut nama ALLAH yang maha PENGASIH lagi maha PENYAYANG (Icus EL Rizk).

Valentine’s Day? Enggak La Ya…. Enggak diajari Rasulullah geto loh.. (Erika Dwi Safitri).

I love u,every day,every time…i love u because ALLAH (Wawa Wiedaya Fatoni).

Valentine? Maaf ya, udah gak sesuatu gitu, lho… 😉 (Izzah Annisa).

Alangkah sengsaranya cinta yang hanya dirayakan di hari tertentu dan hanya diwakilkan oleh coklat dan warna serba pink. Dan alangkah lucunya orang-orang yang meramaikan keburukan dengan berkata, “setiap hari kami merayakan cinta. cuma sekarang ikut rame aja.” Maka… orang pintar, tolak Valentine! (Maryam Zakaria).

Mahligai cinta sejati adalah impian dan harapan perindu syurgawi laksana kisah fatimah dan ali bukan lebay seperti kisah Valentine’s Day atau mau-maunya ikutan Valentine’s Day (Nilanhe Indra-p).

Mari berhenti jadi orang bodoh, mengekor seperti kerbau; say no to valentine.(Kartika Handayani ).

Valentine’s Day is the bad habit for moslem/ah (Saepullah).

cinta muslim dan muslimah adalah berlandas pada cinta Allah. Valentine’s Day tidak berlandaskan cinta pada Allah. Tolak Valentine’s Day! (Anik Nuraeni).

Cinta sejati itu setiap hari dalam bentuk ibadah dan kasih sayang untuk sesama. Cinta sejati adalah cinta ilahi dan cinta yg terendah adalah syahwat. Mengapa cinta dikotak-kotakkan cuma satu hari, dengan simbol-simbol palsu seperti bentuk hati dan cokelat, muslim/mah sejati mencintai saudara atau saudari nya setiap hari dengan akhlak dan perbuatan (Saleha Ayurie).

Kasih sayang sudah seharusnya dilakukan setiap hari. Rasulullah mengajarkan mengungkapkan kasih sayang pada sesama muslim setiap saat. Tidak pada moment2 tertentu seperti Valentine’s Day. Valentine’s Day adalah memperingati matinya seorang pastur. Bukan ajaran Islam (Alita Soeyadi).

Hari Valentine bukan hanya khusus bagi para sejoli alias pasangan yang mempunyai ikatan cinta. Tetapi terhadap orang tua, keluarga dan teman juga bisa.Kenapa harus memperingatinya? (Sedangkan kasih sayang kita tunjukan terhadap orang yang kita sayang bisa setiap waktu bukan? So, tunjukan rasa kasih sayangmu dimanapun dan kapanpun. (Indah Rahmawati).

Bukankah Allah telah menegaskan bahaw bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Jadi mengapa ikut merayakan yang bukan bag dr agama Islam? Generasi yg cerdas hendaknya memahami firman Allah dlm QS. Al Isra : 36 agar tak terjebak dlm taqlid buta, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(Nining Sumarni).

===========================================

Tertarik dengan buku ini?  Bisa pesan via SMS ke 085694771764 dengan Format : Nama, Alamat Lengkap, Judul Buku yang dipesan, Jumlah pembelian. Lalu Indiepro akan mengkonfirmasi ongkos kirim ke alamat kamu.

Setelah itu, kamu bisa transfer uang pembelian + Ongkos kirim ke no rekening berikut ini :

BSM an Dani Ardiansyah No.:7024028091 (cab. Jkt. Hasanudin)
BCA an Dani Ardiansyah No.:8690871883 (cab. Depok)

So, what u waiting for? Pesan sekarang juga!

Chat dengan kami