Pajajaran; Suatu Upaya Pengungkapan Fakta Sejarah

Capture

Judul : Pajajaran
No. ISBN : 978-602-281-071-1
Penulis : Gema Narama Fadillah & Lutfi Sriyono
Tahun terbit : Februari 2014
Dimensi : ix + 95 hlm; 14 x 21 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Sejarah
Harga : BW Rp 35,000 / FC Rp 47500
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

        “ANTARA BANGGA YANG MEMBUMBUNG DAN DUKA YANG MENDALAM”, demikian kalimat yang mungkin paling tepat dalam mengenang kebesaran Kerajaan Pajajaran yang sempat berdiri dari tahun 1482 s.d. 1579 ini. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan besar penutup/terakhir di kawasan tanah Sunda pada masa sejarah klasik Indonesia. Seperti kita ketahui bersama bahwa raja pertama yang sekaligus pendirinya adalah Sri Baduga Maharaja.

Sri Baduga Maharaja lah yang awalnya membangun eksitensi kerajaan Pajajaran sebagai kerajaan merdeka dan berdaulat penuh. Eksistensinya ternyata berusia panjang; hampir seratus tahun. Suatu rasa bangga yang membumbung. Dari masa hampir sepanjang 100 tahun tersebut hampir separuh waktu tersebut adalah masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Sayangnya informasi ini tidak tersosialisasi secara utuh dalam masyarakat Jawa Barat/Banten sendiri sehingga mempersulit posisinya untuk lebih diakui sebagai warisan penting dalam lembaran sejarah Nusantara (Indonesia).

Fakta memang menunjukkan bahwa peran kerajaan ini “hilang” atau “ngahyang” atau “tilem” pada tahun 1579 akibat serangan Banten dan Cirebon, namun bila ditelusuri secara lebih jauh, ternyata para menak Kesultanan Cirebon dan Banten masih merupakan keturunan langsung dari Sri Baduga Maharaja. Kerajaan “tilem” bukan disebabkan oleh “musuh yang sesungguhnya”, melainkan oleh nuansa peselisihan saudara kandung! Suatu kedukaan yang mendalam.

Chat dengan kami