Tentang Self Publishing

0

Menerbitkan buku secara self publishing berarti bebas penolakan naskah. Gimana kira-kira? Sounds good? Pastinya!

Tapi, biar kamu ga bingung apa sih self publishing itu? Yuk kita pelajari bersama

Kalau kamu seorang penulis dan mau menerbitkan buku, kamu bisa mencoba beberapa cara agar maksud dan tujuanmu tercapai. Diantaranya adalah:

  1. Mengirimkan naskah ke penerbit mayor, seperti Gramedia, Mizan, GagasMedia, dan sebagainya. Dengan berbagai pertimbangan bisnisnya, para penerbit mayor itu akan terlebih dulu menseleksi naskahmu. Jika sesuai dengan tujuan dan keinginan mereka, kemungkinan besar naskahmu akan diterbitkan, tapi kalau tidak? Sudah bisa dipastikan naskahmu ditolak.
  2. Menerbitkan buku secara swadaya dengan modal sendiri. Ini berarti, selain sebagai penulis, kita juga bertindak sekaligus sebagai penerbitnya, ini yang disebut Self publishing.
  3. Karena swadaya, semua biaya penerbitan buku ditanggung sendiri. Tapi bukan berarti kita tidak boleh mengalihdayakan hal-hal teknis yang berkaitan dengan penerbitan buku (editing, mendesain isi dan cover buku, mengurus ISBN, mencetak buku, mendistribusikan buku, dan sebagainya). Semua hal yang tidak kita kuasai bisa kita alihdayakan kepada pihak lain.

Indie Publishing adalah perusahaan jasa penerbitan yang membantu setiap penulis untuk menerbitkan naskahnya menjadi buku. Kami menyediakan semua hal dari A-Z layanan penerbitan buku, seperti: editing, mendesain cover buku, tata letak isi, mengurus ISBN, mencetak buku, mendistribusikan buku, book launching event, dan sebagainya)

Kenapa Self Publishing?

Hnah, ini dia pertanyaan umum dan paling mendasar. Biar mudah dimengerti, mari kita pahami jika mengirim naskah ke penerbit mayor, pasti ada kemungkinan naskah kita ditolak. Kenapa? Karena si penerbit dengan berbagai kebijakan bisnisnya, juga sebagai pihak penyandang dana untuk penerbitan buku-buku mereka tentu berharap mendapatkan keuntungan dari setiap buku yang mereka terbitkan. Karena aspek bisnis yang lebih dominan inilah maka keputusan untuk menerbitkan sebuah buku menjadi begitu rumit.

Penerbit mayor hanya bersedia menerbitkan buku yang–menurut pertimbangan mereka–memiliki nilai jual yang tinggi, atau best seller. Sedangkan buku yang–menurut pertimbangan mereka–jelek, tidak punya potensi pasar, dan kemunginan tidak laku akan mereka tolak.

Lain halnya dengan perusahaan publishing service seperti Indie Publishing hampir dapat dipastikan tidak akan menolak naskah. KOK BISA? Karena seperti dijelaskan di atas, meski publishing services sekalipun berorientasi bisnis, tapi penyandang dana untuk setiap buku yang diterbitkan berasal dari penulis itu sendiri. So, bagaimanapun kondisi naskah kita, punya nilai jual kah, berdaya laris kah atau tidak, publishing services bisa dipastikan akan tetap menerbitkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Chat dengan kami